FUNGSI
ILMU KIMIA DI BIDANG PERTANIAN
Pada zaman sekarang
ilmu kimia sudah mencakup banyak bidang salah satunya adalah bidang pertanian. Pertama
yang perlu kita ketahui adalah apa itu Kimia dan Pertanian ? Kimia adalah suatu ilmu yang mengkaji
tentang sifat dan ciri suatu zat. Sedangkan pertanian adalah kegiatan yang
menyangkut tentang tanaman. Lalu apa hubungan tanaman dan kimia? Tanaman dalam
proses fotosintesis mengambil makanan dan membutuhkan unsur-unsur atau mineral
yang terkandung dalam
tanah. Unsur atau mineral inilah yang diteliti dan dikembangkan oleh para ahli
kimia. Unsur atau mineral yang dibutuhkan tanaman ini disebut unsur hara.
C,H,O,N,P dan K
merupakan contoh unsur hara. C,H dan O didapat oleh sebuah tanaman melalui
senyawa CO2 dan H2O. Unsur N digunakan tanaman dalam
bentuk nitrat tetapi unsur N banyak diudara dalam bentuk N2. Unsur N
digunakan tanaman untuk membantu dalam pertumbuhan, terutama batang dan daun.
Unsur P atau fosfor digunakan tanaman untuk pembentukan akar dan asimilasi
tanaman. Unsur K atau kalium membantu dalam pembentukan protein dan karbohidrat
selain itu juga berfungsi memperkuat bunga dan buah.
Unsur-unsur tersebut
diambil oleh tanaman dari tanah. Tanaman yang tidak difungsikan oleh manusia
akan mati dan mengembalikan unsur-unsur tersebut ke tanah. Tetapi pada lahan
tanah yang dipanen atau difungsikan
oleh manusia otomatis tanaman tidak mengembalikan unsur tersebut ke tanah
dengan kata lain unsur hara pada tanah berkurang. Pada pertanian tradisional
masyarakat menanam polong-polongan untuk mengembalikan kesuburan tanah karena
polong-polongan mengikat langsung nitrogen dari udara dan nantinya diubah
menjadi senyawa amonia bersama bakteri tanah. Pada pertanian modern hal ini tidak
efektif, para ahli dan pakar kimia mencari pemecahan masalah ini dan didapati
yang namanya pupuk.
Misal pada pemupukan N
terhadap produksi tanaman padi toleran rendaman. Tanaman padi akan tumbuh dan
memiliki nilai produksi yang maksimal apabila diberi pupuk yang mengandung
unsur Nitrogen (N) dengan takaran yang sesuai. Namun berbeda cerita apabila
tanaman padi tersebut terendam banjir. Apabila tanaman padi terendam banjir
maka produksinya akan berkurang diakibatkan oleh kekurangan oksigen karena difusi
oksigen terhambat oleh air. Maka pemupukan yang dilakukan tidak sama pada
saat kondisi normal.
Oleh karena itu kita harus mengetahui seberapa besar kadar unsur N yang akan
diberikan terhadap padi
yang terendam banjir.
Ternyata setelah dilakukan
beberapa percobaan diketahui bahwa padi yang terendam banjir tumbuh lebih
lambat daripada yang tidak terendam banjir. Sedangkan pertumbuhan tanaman yang
terendam banjir akan lebih stabil apabila diberi pupuk urea briket sebesar 300
kg / hektar. Dimana urea adalah senyawa organik yang tersusun atas unsur karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen.
Dengan kandungan nitrogen yang dominan sekitar 46 persen. Maka dari itu peranan
unsur hara atau unsur kimia sangat penting dalam menunjang pertumbuhan dan
produksi pertanian.
Jadi, ilmu kimia dalam pertanian menunjukkan bahwa kimia memiliki peranan
penting seperti halnya penemuan pupuk untuk pertanian modern. Dan juga untuk
pengukuran kadar unsur-unsur yang digunakan sebagai pupuk tidak terlepas dari
peranan ilmu kimia.
No comments:
Post a Comment