Thursday, March 28, 2019

FUNGSI ILMU KIMIA DI BIDANG PERTANIAN



FUNGSI ILMU KIMIA DI BIDANG PERTANIAN
Pada zaman sekarang ilmu kimia sudah mencakup banyak bidang salah satunya adalah bidang pertanian. Pertama yang perlu kita ketahui adalah apa itu Kimia dan Pertanian ? Kimia adalah suatu ilmu yang mengkaji tentang sifat dan ciri suatu zat. Sedangkan pertanian adalah kegiatan yang menyangkut tentang tanaman. Lalu apa hubungan tanaman dan kimia? Tanaman dalam proses fotosintesis mengambil makanan dan membutuhkan unsur-unsur atau mineral yang terkandung dalam tanah. Unsur atau mineral inilah yang diteliti dan dikembangkan oleh para ahli kimia. Unsur atau mineral yang dibutuhkan tanaman ini disebut unsur hara.
C,H,O,N,P dan K merupakan contoh unsur hara. C,H dan O didapat oleh sebuah tanaman melalui senyawa CO2 dan H2O. Unsur N digunakan tanaman dalam bentuk nitrat tetapi unsur N banyak diudara dalam bentuk N2. Unsur N digunakan tanaman untuk membantu dalam pertumbuhan, terutama batang dan daun. Unsur P atau fosfor digunakan tanaman untuk pembentukan akar dan asimilasi tanaman. Unsur K atau kalium membantu dalam pembentukan protein dan karbohidrat selain itu juga berfungsi memperkuat bunga dan buah.
Unsur-unsur tersebut diambil oleh tanaman dari tanah. Tanaman yang tidak difungsikan oleh manusia akan mati dan mengembalikan unsur-unsur tersebut ke tanah. Tetapi pada lahan tanah yang dipanen atau difungsikan oleh manusia otomatis tanaman tidak mengembalikan unsur tersebut ke tanah dengan kata lain unsur hara pada tanah berkurang. Pada pertanian tradisional masyarakat menanam polong-polongan untuk mengembalikan kesuburan tanah karena polong-polongan mengikat langsung nitrogen dari udara dan nantinya diubah menjadi senyawa amonia bersama bakteri tanah. Pada pertanian modern hal ini tidak efektif, para ahli dan pakar kimia mencari pemecahan masalah ini dan didapati yang namanya pupuk.
Misal pada pemupukan N terhadap produksi tanaman padi toleran rendaman. Tanaman padi akan tumbuh dan memiliki nilai produksi yang maksimal apabila diberi pupuk yang mengandung unsur Nitrogen (N) dengan takaran yang sesuai. Namun berbeda cerita apabila tanaman padi tersebut terendam banjir. Apabila tanaman padi terendam banjir maka produksinya akan berkurang diakibatkan oleh kekurangan oksigen karena difusi oksigen terhambat oleh air. Maka pemupukan yang dilakukan tidak sama pada saat kondisi normal. Oleh karena itu kita harus mengetahui seberapa besar kadar unsur N yang akan diberikan terhadap padi yang terendam banjir.
Ternyata setelah dilakukan beberapa percobaan diketahui bahwa padi yang terendam banjir tumbuh lebih lambat daripada yang tidak terendam banjir. Sedangkan pertumbuhan tanaman yang terendam banjir akan lebih stabil apabila diberi pupuk urea briket sebesar 300 kg / hektar. Dimana urea adalah senyawa organik yang tersusun atas unsur  karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen. Dengan kandungan nitrogen yang dominan sekitar 46 persen. Maka dari itu peranan unsur hara atau unsur kimia sangat penting dalam menunjang pertumbuhan dan produksi pertanian.
Jadi, ilmu kimia dalam pertanian menunjukkan bahwa kimia memiliki peranan penting seperti halnya penemuan pupuk untuk pertanian modern. Dan juga untuk pengukuran kadar unsur-unsur yang digunakan sebagai pupuk tidak terlepas dari peranan ilmu kimia.

No comments:

Post a Comment