Friday, March 29, 2019

Apa yang membuat saya malas belajar


Apa yang membuat saya malas belajar ?
Saya seringkali merasakan yang namanya ‘malas’ dalam belajar. Saya tidak tertarik dengan apa yang saya pelajari, perasaan bosan dengan apa yang saya pelajari, dan ketidaktahuan kenapa saya harus belajar. Seringkali pula saya menanamkan motivasi-motivasi dalam belajar tapi itu tidak bisa membuat rasa malas itu hilang secara permanen. Kurangnya motivasi dalam diri saya seringkali berdampak pada pemikiran saya bahwa jika saya sudah berkali-kali mencoba berusaha untuk mempelajari suatu pelajaran yang sama bahkan dengan cara yang berbeda-beda namun hasilnya tetap saja tidak meningkat secara signifikan atau lebih cenderung menurun, saya jadi berpikir untuk apa belajar dengan sungguh-sungguh kalaupun nantinya hasilnya juga tidak terlalu jauh dari pencapaian sebelumnya. Dampak dari itu maka muncullah rasa malas dan kecenderungan untuk menjauhi pelajaran tersebut.
Alasan lain kenapa saya malas belajar adalah rasa lelah yang lebih kuat dari pada kemampuan saya untuk menahan rasa lelah tersebut dan muncullah penundaan-penundaan yang dampak jangka panjangnya adalah penyesalan. Saya pun sering mengalami penyesalan-penyesalan tersebut, hingga saya mengklaim bahwa diri saya adalah pribadi yang sangat bodoh dan tidak bias berkembang lebih jauh lagi.
Terlepas dari kemalasan saya, dan terlepas dari kemalasan diri mahasiswa itu sendiri, saya berpendapat bahwa rasa malas belajar mungkin bisa bermula dari cara pengajar mengemas proses belajar mengajar yang tidak menarik minat mahasiswa untuk mengikuti mata kuliah tersebut sehingga muncul rasa bosan dan malas, bahkan ketika mendapat pertanyaan dari dosen mahasiswa cenderung diam dan setelahnya tetap bersikap pasif dan acuh dengan permasalahan yang diberikan oleh pengajar. Saya ingin para pengajar bisa terus membantu mendongkrak idealisme mahasiswa muncul kepermukaan melalui interaksi dan pembicaraan dua arah yang atraktif dan serileks mungkin, karena saya paham tidak semua orang atau khususnya mahasiswa mampu memberikan pendapat ataupun pemikirannya secara lugas dan jelas baik secara lisan ataupun tulisan dengan lancar sehingga pemikiran yang awalnya bagus malah akan terdengar aneh. Saya mengerti sikap mahasiswa terhadap dosen ketika mendapat pertanyaan secara tiba-tiba dari dosen ataupun dalam sesi tanya jawab saat presentasi di depan kelas, mahasiswa jadi berkeringat dingin dan denyut jantungnya meningkat secara drastis sehingga menyebabkan pikiran menjadi kosong dan tidak tahu harus bagaimana ketika menghadapi persoalan yang tiba-tiba dihadapkan kepadanya. Saya harap para pengajar mampu menumbuhkan sikap mental mahasiswa yang siap menghadapi serangan pertanyaan-pertanyaan yang ada di sekelilingnya sehingga mahasiswa mampu menyelesaikan permasalah-permasalahan yang ada dengan memberikan solusi-solusi yang tepat berdasarkan pemikirannya. Dengan mencairkan suasana kelas sekaligus menempa mental mahasiswa untuk berani mengemukakan pendapat sehingga mahasiswa memiliki pribadi yang memantaskan diri untuk daya saing yang tinggi, saya percaya rasa malas itu bisa hilang karena kemasan proses belajar mengajar yang atraktif tersebut, setidaknya suasana tersebut bisa memecahkan perasaan terbebani dalam diri mahasiswa yang sudah tertanam rasa malas dengan pelajaran yang bersangkutan.

No comments:

Post a Comment