Apa yang membuat saya malas belajar ?
Saya seringkali merasakan yang
namanya ‘malas’ dalam belajar. Saya tidak tertarik dengan apa yang saya pelajari,
perasaan bosan dengan apa yang saya pelajari, dan ketidaktahuan kenapa saya
harus belajar. Seringkali pula saya menanamkan motivasi-motivasi dalam belajar
tapi itu tidak bisa membuat rasa malas itu hilang secara permanen. Kurangnya
motivasi dalam diri saya seringkali berdampak pada pemikiran saya bahwa jika
saya sudah berkali-kali mencoba berusaha untuk mempelajari suatu pelajaran yang
sama bahkan dengan cara yang berbeda-beda namun hasilnya tetap saja tidak
meningkat secara signifikan atau lebih cenderung menurun, saya jadi berpikir
untuk apa belajar dengan sungguh-sungguh kalaupun nantinya hasilnya juga tidak
terlalu jauh dari pencapaian sebelumnya. Dampak dari itu maka muncullah rasa
malas dan kecenderungan untuk menjauhi pelajaran tersebut.
Alasan lain kenapa saya malas
belajar adalah rasa lelah yang lebih kuat dari pada kemampuan saya untuk
menahan rasa lelah tersebut dan muncullah penundaan-penundaan yang dampak
jangka panjangnya adalah penyesalan. Saya pun sering mengalami
penyesalan-penyesalan tersebut, hingga saya mengklaim bahwa diri saya adalah pribadi
yang sangat bodoh dan tidak bias berkembang lebih jauh lagi.
Terlepas dari kemalasan saya, dan
terlepas dari kemalasan diri mahasiswa itu sendiri, saya berpendapat bahwa rasa
malas belajar mungkin bisa bermula dari cara pengajar mengemas proses belajar
mengajar yang tidak menarik minat mahasiswa untuk mengikuti mata kuliah
tersebut sehingga muncul rasa bosan dan malas, bahkan ketika mendapat
pertanyaan dari dosen mahasiswa cenderung diam dan setelahnya tetap bersikap
pasif dan acuh dengan permasalahan yang diberikan oleh pengajar. Saya ingin
para pengajar bisa terus membantu mendongkrak idealisme mahasiswa muncul
kepermukaan melalui interaksi dan pembicaraan dua arah yang atraktif dan
serileks mungkin, karena saya paham tidak semua orang atau khususnya mahasiswa
mampu memberikan pendapat ataupun pemikirannya secara lugas dan jelas baik
secara lisan ataupun tulisan dengan lancar sehingga pemikiran yang awalnya
bagus malah akan terdengar aneh. Saya mengerti sikap mahasiswa terhadap dosen
ketika mendapat pertanyaan secara tiba-tiba dari dosen ataupun dalam sesi tanya
jawab saat presentasi di depan kelas, mahasiswa jadi berkeringat dingin dan
denyut jantungnya meningkat secara drastis sehingga menyebabkan pikiran menjadi
kosong dan tidak tahu harus bagaimana ketika menghadapi persoalan yang
tiba-tiba dihadapkan kepadanya. Saya harap para pengajar mampu menumbuhkan
sikap mental mahasiswa yang siap menghadapi serangan pertanyaan-pertanyaan yang
ada di sekelilingnya sehingga mahasiswa mampu menyelesaikan
permasalah-permasalahan yang ada dengan memberikan solusi-solusi yang tepat
berdasarkan pemikirannya. Dengan mencairkan suasana kelas sekaligus menempa
mental mahasiswa untuk berani mengemukakan pendapat sehingga mahasiswa memiliki
pribadi yang memantaskan diri untuk daya saing yang tinggi, saya percaya rasa
malas itu bisa hilang karena kemasan proses belajar mengajar yang atraktif
tersebut, setidaknya suasana tersebut bisa memecahkan perasaan terbebani dalam
diri mahasiswa yang sudah tertanam rasa malas dengan pelajaran yang
bersangkutan.
No comments:
Post a Comment